Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisis Kepribadian dan Komunikasi dari Film “MANTAN MANTEN”


Unsur-unsur Intrinsik


A. Sinopsis

     Sebagai manajer investasi terkenal, Yasnina (Atiqah Hasiholan) punya segalanya. Kehidupan glamor, kekayaan, dan Surya (Arifin Putra), tunangan yang sangat mencintainya. Namun ketenangan hidup Yasnina harus berakhir ketika ia dikhianati oleh Iskandar (Tyo Pakusadewo) dalam sebuah kasus di perusahaannya. Dalam sekejap harta Yasnina habis tak bersisa. Tak hanya itu, rencana pernikahannya dengan Surya juga di ujung tanduk. Ardy (Marthino Lio), asisten Yasnina, mengingatkan bahwa ia masih memiliki sebuah villa di Tawangmangu yang tidak disita karena belum ganti nama. Villa itu kini menjadi harapan satu-satunya Yasnina untuk bangkit lagi. Namun untuk mengambil kembali villa tersebut, Yasnina harus menjadi asisten seorang dukun manten bernama Marjanti (Tutie Kirana).


 B. Penokohan Analisis Penokohan 

1. Atiqah Hasiholan sebagai Yasnina Putri 
  • Tipe kepribadian: Koleris Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan, pekerja keras, independent, keras kepala, tidak sabaran, tangguh, egois. 
  • Bukti: 
    • Yasnina Putri rela menjadi asisten paes Bude Marjanti sebagai syarat untuk                         mendapatkan hak rumah nya kembali. 
    • Tercerminkan saat Nina memutuskan menjadi pemaes dipernikahan Surya untuk meneruskan tujuan terakhir Bude Marjanti dengan menyampingkan perasaannya. 
    • Yasnina tetap semangat memperjuangkan hak-nya walau itu ayahnya Surya (Calon Suami). 
2. Arifin Putra sebagai Surya Iskandar 
  • Tipe kepribadian: Plegmatis Seseorang dengan kepribadian plegmatis adalah orang-orang yang cinta damai, pandai bicara, lembut. 
  • Bukti: 
    • Surya tidak pernah ada dalam situasi sulit yang dialami Yasnina, Surya cenderung menghindari konflik dan perdebatan. 
    • Surya selalu berada dibelakang ayahnya. Dia selalu menuruti ayahnya. 
    • Tercerminkan saat akan dijodohkan, Surya lebih memilih menuruti ayahnya untuk menghindari konflik.
 3. Tutie Kirana sebagai Koes Marjanti 
  • Tipe kepribadian: Melankolis Orang-orang dengan kepribadian melankolis menyukai tradisi, sabar, teliti, konsisten, lembut, mempunyai integritas yang kuat akan dirinya.
  • Bukti: 
    • Koes Marjanti menekuni bidang pekerjaannya paes hampir puluhan tahun dan hasil yang dikerjakan selalu sempurna. 
    • Walaupun reaksi Nina sedikit keras, namun dia selalu memberikan pengertian agar Nina mengerti maksud baiknya. 
    • Tercerminkan saat mengajarkan nina dalam mengajarkan sebagai pemaes 
4. Tyo Pakusadewo sebagai Arifin Iskandar
  • Tipe kepribadian: Koleris Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan, ambisius, licik, menghalalkan berbagai cara dan egois. 
  • Bukti:  
    • Menjebak Nina sehingga dia keluar dari pekerjaannya. 
    • Pada saat terjadi kasus investasi perusahaan bodong, Arifin Iskandar lebih mementingkan atau menyelematkan dirinya sendiri, segala cara ia tempuh untuk mencapai tujuan. 
5. Marthino Lio sebagai Ardy
  • Tipe kepribadian: Melankolis Tipe kepribadian Melankolis cenderung ingin segala sempurna dan mudah peka 
  • Bukti: 
    • Ardy selalu ada ketika Yasnina butuh pertolongan dalam segala hal. 
    • Detail dalam menjalankan tugas sebagai asisten Yasnina. 
6. Dodit Mulyanto sebagai Darto 
  • Tipe kepribadian: Sanguinis Tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko. 
  • Bukti: 
    • Didalam segala situasi adegan Darto selalu menjadi pencair suasana. 
7. Asri Welas sebagai Pengacara
  • Tipe kepribadian: Koleris Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan. 
  • Bukti: 
    • Pada saat Yasnina sedang berkonsultasi dengan ibu pengacara cenderung to-the-point terhadap masalah, pada saat ibu pengacara mendapat telepon dari klien, ibu pengacara ini lebih mementingkan 5 telepon dengan klien daripada klien didepan mata (ibu pengacara lebih mementingkan kepentingan pribadi). 
8. Oxcel sebagai Salma 
  • Tipe kepribadian: Sanguinis Tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko. 
  • Bukti: 
    • Pada saat Salma jalan dengan Yasnina, Salma cenderung hangat dan mudah bersahabat dan banyak bicara. 

Baca Juga " Analisis Kepribadian dan Komunikasi dari Film DILAN 1991 "


B. JENIS KOMUNIKASI 

a) Komunikasi dengan Diri Sendiri (Intrapersonal Communication) 
      Ketika Nina dipecat dan semua barangnya disita Nina membuat ekspresi sedih dan tidak tau harus melakukan apa. 

b) Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication) 
      Ketika Surya menyatakan cinta kepada Yasnina yang terlibat komunikasi hanya dua orang antara Surya dan Yasnina. 

c) Komunikasi Kelompok
       Pada saat keluarga besar Surya merundingkan pemaes untuk pernikahan Surya. 


d) Komunikasi Massa (Mass Communication)
       Ketika media elektronik menyebarkan berita kasus investasi perusahaan palsu. 

e) Komunikasi Publik (Public Communication)
       Saat Nina mengisi acara seminar di “Money Monday”. 

f) Komunikasi Organisasi
       Ketika Iskandar mengadakan rapat perusahaan. 


C. PROSES KOMUNIKASI

Proses komunikasi terjadi ketika Koes Marjanti (komunikator) memberikan pesan bahwa Yasnina (komunikan) akan menjadi asistennya, sebagai salah satu syarat. Komunikator memasukan proses-proses atau stimulus berupa ritual dan menggunakan simbol-simbol, seperti mandi air terjun, mutih, dan proses lainnya agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik. Kemudian pesan itu diterima oleh Yasnina, dalam proses penerimaan tersebut terdapat berbagai hambatan seperti Yasnina menanggapi hal tersebut dengan tidak sukarela pada awalnya, Yasnina memperlihatkan ekspresi yang tidak senang dalam kata lain Nina tidak menikmati setiap prosesnya karena tidak biasa bagi dia yang sehari-hari hidup dengan kemewahan dan menjadi wanita karir kantoran, gerak-gerik yang malas, dan tingkah laku yang menandakan adanya penolakan, selain itu ditambah dengan adanya insiden Surya yang akan dijodohkan dengan kliennya sendiri. Sampai pada akhirnya Nina sebagai penerima mampu menerima pesan dan mencapai kesepakatan dan tujuan bersama. Nina mampu memahami pesan apa yang dimaksudkan kepadanya dan memenuhi harapan maksud dan tujuan komunikator, selain itu nina mampu menyelesaikan permasalahannya yang terutama kebebasan pada dirinya, kerelaan dia pada konflik tersebut. 

D. ALUR KONFLIK 

Konflik dimulai ketika Nina merasa dijebak oleh bosnya sendiri dalam pekerjaannya, Nina dituding melakukan investasi bodong. Sehingga dari segala hal yang dia miliki sebelumnya hilang. Lalu puncak konflik terjadi pada saat Surya dijodohkan oleh ayahnya sendiri dengan perempuan lain sekaligus perempuan tersebut merupakan klien tetap dari seorang pemaes yang sekarang tinggal bersamanya. Dan Nina pun yang direncanakan akan menjadi pengganti seorang pemaes tersebut pada pernikahan Surya kelak. Pada saat itu Nina mencoba untuk menjual villa sebagai jalan keluar, namun tidak semudah itu karena villa tersebut dimiliki oleh orang lain yang melainkan seorang pemaes, dan untuk mencapai itu Nina harus rela menjadi seorang asisten pemaes selama berbulanbulan lamanya. Dalam proses menyelesaikan konflik yang terjadi, Nina melakukan komunikasi antarpribadi, komunikasi tersebut terjadi antara Nina dan Bude Koes Marjanti dimana ketika Nina menjadi seorang asisten pemaes, dia mengalami proses komunikasi yang mengarah pada pengenalan konsep diri, dimana didalamnya melibatkan perilaku verbal (ketika Bude Koes Marjanti mengungkapkan tujuan dan pentingnya paes dalam tradisi dan kelanggengan hidup seseorang) dan non verbal (ritual ritual dan adat yang dilakukan). Walau awalnya Nina menolak dan belum sepenuhnya memahami betul, namun seiring berjalnnya waktu, Nina mengerti dan bahkan mampu mengubah persepsi dan tujuan hidup dia. Selain itu dia yakin akan kemampuanya untuk mengatasi suatu masalah, menyadari bahwa setiap orang memiliki berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat dan mampu memperbaiki diri, karena ia mampu mengubah aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya, Nina menjadi perempuan yang lebih ikhlas, tenang dan bijak dalam menghadapi masalahnya, yaitu dengan tetap menjadi pemaes untuk pernikahan Surya.

Posting Komentar untuk "Analisis Kepribadian dan Komunikasi dari Film “MANTAN MANTEN” "