Search results for: “label/travelling”

  • 7 Alasan Kenapa Kamu Harus ke Labuan Bajo

    7 Alasan Kenapa Kamu Harus ke Labuan Bajo

    labuan bajo
    Foto oleh Iqx Azmi dari Pexels



    Labuan Bajo, pasti kalian sudah tidak asing mendengar nama tempat tersebut, sebuah surga tersembunyi yang berada di Indonesia Timur. Terletak di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan kode pos labuan bajo 86771.

    Wisatawan Labuan Bajo berasal dari lokal maupun Mancanegara, memiliki berbagai destinasi wisata yang tidak mudah dilupakan oleh pengunjungnya, deretan pulau eksotis, keindahan bawah laut dan hewan endemik yang berada di Taman Nasional Komodo.

    Backpackeran ke Labuan Bajo mungkin salah satu untuk liburan dengan budget yang pas-pasan, berkunjung saat low season, gunakan transportasi darat dan laut dan datang secara berkelompok. 

    Airport Labuan Bajo yang bernama Komodo adalah salah satu airport yang berada di sana, apabila kalian menggunakan transportasi udara akan berhenti disana, dan biasanya menjadi meeting point untuk kalian yang menggunakan jasa paket tour.

    UNESCO telah mencatat Taman Nasional Komodo sebagai Situs warisan dunia pada tahun 1991 yang terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar dan pulau sekitar lainnya. Sumber : Indonesia.travel

    1. Komodo

    pulau komodo
    @komododragons

    Hewan Komodo yang memiliki nama latin Varanus Komodoensis, adalah spesies kadal besar atau sering disebut hewan purba yang hanya dapat ditemui habitat aslinya di Negara Indonesia tepatnya di Pulau Komodo, Rinca Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Liburan ke Labuan Bajo tidak lengkap apabila belum melihat komodo secara langsung di habitat aslinya. Ikuti prosedur dan protokol yang berlaku di Pulau Komodo supaya aman dan nyaman, karena komodo memiliki racun dan bisa saja menyerang wisatawan.

    Hewan Komodolah yang menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk melihat langsung hewan purba yang memiliki racun itu.

    2. Pulau Padar

    keindahan pulau padar
    @dijemighty

    Pulau Padar Labuan Bajo merupakan pulau yang terbesar ke tiga di Labuan Bajo, selain dikenal menjadi habitat hewan komodo Pulau Padar memiliki spot foto yang terbaik di Labuan Bajo.

    Kalian untuk mendapat view yang lebih indah, harus treking terlebih dahulu ke atas bukit. Diatas bukit Padar kalian bisa melihat pemandangan alam dan perairan Labuan Bajo, apalagi di lengkapi dengan kapal-kapal yang berjejer membuat lautan semakin keren.

    Kamu sebagai fotografer harus mengabadikan momen pada saat sunset, waktu tersebut menjadi lebih indah warna langit dan pemandangan sunset diatas bukit yang terhampar lautan Labuan Bajo.

    3. Pink Beach

    pink beach pulau komodo
    @felikpranata


    Di tepi pantai pink beach, pasirnya dipenuhi dengan warna pink kamu sebagai penyuka warna pink harus berfoto ria dan pajang di sosial media.

    Kamu juga bisa menikmati snorkeling untuk melihat pemandangan bawah laut, berjemur dan bersantai di bawah pohon-pohon yang ada di pantai. Birunya laut dengan hamparan pasir berwarna pink sangat indah apalagi di abadikan menggunakan drone.

    4. Keindahan Bawah Laut

    snorkeling labuan baju
    @emmanicoleshaw

    Labuan Bajo selain terkenal dengan keindahan daratannya, keindahan bawah lautnya menjadi daya tarik tersendiri dipenuhi dengan terumbu karang dan biota lautnya yang beragam.

    Snorkeling di Pulau Manjarite adalah spot terbaik yang harus kamu coba, selain itu spot terbaik untuk snorkeling yaitu Manta Point, Pulau Kanawa, Pulau Kelor, Pink Beach, Crystal Rock dan Batu Bolong. Banyak bukan tempat snorkelingnya mungkin 2 – 3 hari tidak akan cukup untuk menjelajah di Labuan Bajo, serta mencoba spot snorkelingnya.

    5. Spot Sunset

    Menikmati matahari terbenam atau sunset sangat cocok ditempat yang indah dan nyaman, selain di Pulau Padar kamu bisa menikmati sunset di atas bukit Gili Laba atau bukit cinta, hamparan laut biru bergradasi menambah keindahan di kala sunset.

    6. Air Terjun Cunca Wulang

    cunca wulang waterfall
    @gungafif


    Air terjun Cunca Wulang atau air terjun dan bulan, berada di ketinggian 200 meter diatas permukaan laut. Kamu sebelum tiba di Cunca Wulang yang berada di tengah hutan kamu harus trekking dulu melewati hutan kira-kira 45 menit dengan jarak sekitar 4 KM yang dipenuhi dengan pohon coklat dan vanilla yang sengaja di tanam oleh warga sekitar.

    Kamu bisa berenang di Cunca Wulang dan bisa melompat diatas ketinggian 4 meter, tapi harus lihat dulu debit airnya sedang tinggi atau surut, ditakutkan ketika mendarat terbentur batu di dasar sungai.

    7. Goa Batu Cermin Fosil Hewan Laut

    goa batu cermin
    @rdsyahrial

    Goa Batu Cermin dipenuhi dengan fosil hewan laut, waktu dahulu goa ini berada di bawah laut, wisatawan dapat belajar tentang bentuk-bentuk makhluk hidup pada zaman dahulu. Goa Cermin ditemukan pertama kali pada tahun 1951 oleh Theodore Verhoven.

    Untuk menuju ke Goa Batu Cermin kamu harus trekking dengan jarak sekitar 4 KM, ditempuh kurang lebih 1 Jam. Selain terdapat fosil hewan laut di dalam goa kita bisa melihat keindahan pantulan sinar matahari pada dinding goa, waktu yang cocok untuk berkunjung ke Goa Cermin pada pukul 9 pagi sampai 12 siang.


    Desa Wae Rebo, Kampung di Atas Awan

    wae rebo labuan bajo
    @riyanws


    Walaupun ini bukan di Labuan Bajo tapi alangkah bagusnya kamu harus berkunjung ke Wae Rebo yang berada di Kecamatan Satarmese Selatan, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

    Desa ini begitu ikonik dan eksotik, bukan karena lokasinya yang berada di atas pegunungan, akan tetapi bentuk rumah-rumah adat, keindahan alam dan budaya suku manggarai membuat Wae Rebo banyak dikunjungi para wisatawan. Kamu juga dapat menginap di salah satu rumah adat warga disana loh.

    Akhir Kata

    Kumplit bukan wisata di Laboan Bajo, mulai dari darat, pemandangan diatas bukit, hutan, bawah laut dan hewan langka. Kamu harus berkunjung dan jelajahi Labuan Bajo dengan Keluarga atau Teman dekat. Banyak jasa tour yang menyediakan explore Labuan Bajo dengan kapal yang mewah dan keren, kamu bisa pilih harga dan berapa lamu kamu akan menjelajah.

    {
    “@context” : “http://schema.org”,
    “@type” : “Article”,
    “name” : “7 Alasan Kenapa Kamu Harus ke Labuan Bajo”,
    “image” : “https://despara.com/wp-content/uploads/2021/09/pexels-iqx-azmi-3935736.jpg”,
    “articleSection” : [ “Wisatawan Labuan Bajo berasal dari lokal maupun Mancanegara, memiliki berbagai destinasi wisata yang tidak mudah dilupakan oleh pengunjungnya, deretan pulau eksotis, keindahan bawah laut dan hewan endemik yang berada di Taman Nasional Komodo.”, “Backpackeran ke Labuan Bajo mungkin salah satu untuk liburan dengan budget yang pas-pasan, berkunjung saat low season, gunakan transportasi darat dan laut dan datang secara berkelompok.” ],
    “articleBody” : [ “Komodo”, “Pulau Padar”, “Pink Beach”, “Keindahan Bawah Laut”, “Spot Sunset”, “Air Terjun Cunca Wulang”, “Goa Batu Cermin Fosil Hewan Laut” ]
    }

  • Gunung Gede Pangrango Via Putri | Pengalaman Membuat Open Trip

    Gunung Gede Pangrango Via Putri | Pengalaman Membuat Open Trip

     

    jalur pendakian gunung gede
    Gilaa anggotanya banyak amat! apalagi ini kali pertama saya dan teman-teman mengadakan open trip mendaki pegunungan, panitia wisata dikelas juga pada belum pernah, begitulah percakapan ketika kita ngumpul bersama membahas persiapan pendagian open trip. Anggota open trip kebanyakan berasal dari daerah Cianjur, ada juga yang beda daerah seperti Depok, Sukabumi dan Bandung jumlah semua anggota yang mendaki 18 orang dan 6 panitia. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 179.000 dan meeting point di halaman parkir Masjid jamie dekat Bunderan Tugu Gentur, kumpul disana pada pukul 05.00 yaa walaupun berangkatnya agak ngaret satu jam setengah, kami berangkat menggunakan mobil pick up dan panitia menggunakan motor karena dari meeting point sampai basecamp gunung putri kurang lebih 30 menit tidak terlalu jauh, cuma jika kita berangkatnya agak siang ditakutkan traffic jalanan sudah padat. Jauh – Jauh hari kita sudah membooking tiket untuk seluruh pendaki, jadi ketika kita kesana hanya mempersiapkan berkas untuk pengecekan di pos pendakian, setelah selesai pengecekan kami semua briefing dulu gimana ketika dijalur pendakian dari mulai jika ada yang kelelahan, sakit, lapar, haus lebih baik bicara dari pada ditahan nantinya malah menjadi sakit, untuk hal pendakian alhamdulliah semua panitia lumayan berpengalaman dan sebelum kita berangkat juga bertanya-tanya kepada teman pendaki lain yang sudah berpengalaman mengadakan open trip pendakian.

    (more…)

  • Gunung Cikuray Garut | Perjalanan Tersesat Menuju Puncak Cikuray Via Carik

    Gunung Cikuray Garut | Perjalanan Tersesat Menuju Puncak Cikuray Via Carik

       

    Keindahan Puncak Gunung Cikuray
    Puncak Gunung Cikuray  2.821 MDPL

    Perjalanan Menuju Gunung Cikuray

    Kali ini saya akan membagikan pengalaman pribadi beserta teman saya melakukan pendakian menuju puncak Cikuray 2.821 MDPL melalui jalur Carik Cikajang Garut. Awal perjalanan kita berencana melalui puncak cikuray via Pemancar, titik kumpul kita sebelum perjalanan menuju Garut di daerah Cibiru tepatnya Bundaran Cibiru, kami kumpul semua sesudah solat magrib lalu melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor menuju kota tujuan kita. Sebelumnya kita semua belum ada yang berpengalaman mendaki Gunung Cikuray karena itu kita semua menggunakan Google Maps untuk arah petunjuk ketujuan Basecamp tujuan. Salah seorang teman saya memimpin dan yang belakang di bonceng menggunakan Google Maps, mungkin dia tidak tahu nama basecampnya dan hanya menuliskan pada google maps “basecamp Gunung Cikuray” tanpa menyebutkan nama basecampnya.

    Kami beberapa kali istirahat untuk mengusir lelah dan ngantuk, karena kita semua habis melakukan aktivitas pada siang harinya, kita semua berangkat pada hari Jum’at Pukul 16.30 supaya kita bisa turun pendakian pada Hari Minggu, karena anggota pendakian kita adalah mahasiswa dan ada juga yang kuliah sambil bekerja biar tidak mengganggu Jam Kuliah. Kami istirahat terakhir sebelum tujuan pada Google maps berhenti di SPBU Pertamina 24 Jam, kita sampai disana kurang lebih Pukul 23.20 istirahat sejenak sambil bertanya kepada petugas SPBU tentang lokasi Gunung Cikuray apakah masih jauh? tanpa menyebutkan nama basecampnya. Kita melalui jalur setapak untuk ukuran 1 mobil dengan hamparan kebun teh di setiap pinggir jalan, Tak lama dari itu kita melewati jalur berbatu yang lumayan besar terpaksa motor hanya bisa di pakai oleh satu orang, karena terkadang motor kita slip terlalu banyak batu dan tanah basah, Setelah melalui jalur setapak dan berada di ladang perkebunana Teh. Memang dari Jauh kita bisa melihat samar-samar Gunung Cikuray dari Kejauhan mungkin karena terang bulan, setelah melalui jalur kebun teh kita mulai memasuki jalur yang dipenuhi oleh pohon pinus, tanpa pikir panjang mungkin kita akan segera sampai menuju Pos Basecamp. Google Maps sudah selesai sampai tujuan, tapi disana kita tidak melihat satupun bangunan rumah ataupun pos, beberapa teman saya menyusuri jalan tapi masih tidak melihat bangunan apapun. Kami memutuskan istirahat sebentar dan mencoba menghubungi beberapa teman kita yang sudah pernah melakukan pendakian ke Gunung Cikuray, namun sinyal disana kurang baik menjadikan komunikasi kita putus – putus. Waktu menunjukan 02.30 dari pada kita balik lagi kebawah akhirnya kita istirahat saja di sekitaran pohon pinus. 

    Baca Juga : Gagal Muncak ! Catatan Pendakian Gunung Semeru

    Pendakian Gunung Cikuray

    Adzan Subuh berkumandang kami memutuskan turun kembali ke pemukiman warga dan mencari orang untuk bertanya, tidak lupa melaksanakan kewajiban kita selaku umat muslim. Setelah kita bertanya ke salah satu Jam’ah Sholat Subuh. Ternyata kita salah alamat tujuan awal lokasi yang kita ikuti menggunakan Google Maps, sekarang kita berada di Cikajang dan untungnya didaerah dekat sini juga ada jalur pendakian menuju Puncak Cikuray yaitu Jalur Carik, memang jalurnya sepi hanya ada 2 rombongan yang telah melakukan pendakian, istirahat sejenak sambil sarapan sebelum melakukan pendakian. Setelah semuanya siap lalu kami berangkat pada Jam 09.00 Pagi tidak lupa melakukan daftar simaksi pendakian sebesar Rp. 5.000 beserta parkir Motor Rp. 15.000. Jalur Carik memiliki 3 Pos sebelum memasuki kawasan hutan pendakian Gunung Cikuray kita menyusuri perkebunan sayur warga dan pohon pinus, menikmati sungai yang berada di jalur pendakian, atau kita bisa ngojek sampai batas hutan pendakian, perjalanannya lumayan jauh estimasinya kurang lebih 40 Menit jalurnya tidak terlalu curam, setelah melewati jalur Perkebunan kita memasuki jalur pendakian jalur pertama kita melalui tanah merah lumayan licin apalagi waktu itu habis hujan. Dari Pos Pendaftaran sampai Pos 1 kita menempuh 180 Menit jalur yang lumayan licin dan banyak persimpangan ketika berada di jalur Perkebunan Warga sehingga harus sering bertanya kepada warga yang sedang berkebun. 


    Gunung Cikuray 2821 MDPL
    Perkebunan Sayur Warga

    Sepanjang Jalur menuju Pos 1 dipenuhi oleh tanah merah yang lumayan licin, apalagi saya yang menggunakan sandal  ketika pendakian sering terpleset ketika tanah becek ada di sandal, Jalurnya lumayan sempit jika di depan ada pendaki yang akan turun pasti harus menunggu terlebih dahulu supaya tidak berdesakan. Setelah istirahat sejenak di Pos 1 kita melanjutkan perjalanan sepanjang jalan sudah mulai dipenuhi pohon yang lumayan tinggi, jalan menuju Pos 2 mulai menguras tenaga karena jalannya licin dan pijakan untuk naiknya lumayan tinggi apalagi adanya pohon yang tumbang, kita harus menaiki sampai harus merangkak untuk melewati pohon untungnya banyak akar dan dahan pohon untuk pegangan.
    Selama perjalanan menuju Pos 2 jalurnya semakin menanjak dan dipenuhi pohon yang tumbang, hujan rintik – rintik menjadikan jalur licin sering terpeleset dan dipenuhi kabut, jarak pandang terbatas disini kita tidak saling mendahului dan berlomba paling cepat takut juga kalau sampai terpeleset sudah berada dipertengahan jalur, kita istirahat sejenak dilahan yang lumayan luas sambil mengenakan jas hujan dan makan roti untuk mengganjal perut, kita lanjutkan perjalanan dan memang jalurnya semakin menanjak membuat lutut menjadi “leklok” kalau kata orang sunda. Lama juga kita menyusuri jalur Pos 1 menuju ke Pos 2 kita sebenarnya tidak mengetahui dimana letak Pos 2 hampir 2 jam perjalanan tidak menemukan Pos yang dikita tuju, atau memang yang kita berhenti tadi ketika mengenakan jas hujan itulah Pos 2 tapi kita tidak menemukan tulisan atau tandanya. Setelah lamanya perjalanan akhirnya kita menemukan tempat yang luas kembali dan ada pohon yang tumbang, ternyata itu adalah Pos 3 mungkin yang tadi kita berhenti Pos 2 disini kita menemukan persimpangan dari jalur Cibogo (kalau tidak salah) dan hujan sudah reda, sambil istirahat kita menyeduh mie dan ngopi sambil ngobrol bersama rombongan yang kita temui, mereka mendaki melalui jalur Cibogo selama kita perjalanan menuju Pos 3 baru kali ini bertemu rombongan pendaki lain mungkin jalur carik dan cibogo masih belum terkenal seperti Jalur Pemancar. 
    Gunung Cikuray
    Jalur Licin Menanjak Menuju Pos 3

    Gunung Cikuray via cikajang
    Kabut dan Jalur yang curam

    Gunung Cikuray via Carik
    Jalur sempit Menanjak Menuju Pos 3

    Akhirnya Sampai Puncak Gunung Cikuray


    Kita berkemas kembali untuk melanjutkan perjalanan, kita juga menghemat persediaan air karena di Puncak atau sekitaran sebelum puncak tidak ada sumber mata air takut nanti kehabisan untuk memasak dan meminum. Menuju Puncak kita sudah mulai mendengar suara angin bertiup lumayan kencang itu tandanya kita akan segera menuju puncak, dan di pinggir kanan kita bisa melihat pemandangan hutan dari ketinggian, disini kita kembali menggunakan jas hujan lumayan deras hujan menuju Puncak Ciremay saya sudah mulai lelah dan sakit kaki karena keseringan terpeleset, dalam pikiran mending turun kembali saja karena kondisi kaki dan badan sudah males bergerak apalagi jalur pendakian mulai menaik kembali, disini kita terpisah rombongan karena 3 teman saya terlebih dahulu untuk memasang tenda dan memasak nasi, saya istirahat sejenak di pinggiran tebing sambil melihat poho dan awan yang melaju perlahan. Tidak lama kemudian teman saya berteriak memanggil karena mereka sudah melihat Puncak Gunung Ciremay, lalu saya bersemangat kembali dan melanjutkan perjalanan memang ternyata tidak lama dari tempat saya istirahat tampak terlihat beberapa tenda para pendaki yang sudah sampai, setelah sampai kepuncak dan bertemu satu teman, saya bertanya kemana si lakek dan zhafir?. Tuh dia lagi mencari kayu untuk mengambil tas carriernya, ternyata ada seekor babi hutan yang lagi menggigit tas carrier teman saya, mungkin di dalam tas itu ada Mie instan untuk persedian makan kita. Ternyata diatas Puncak Cikuray juga ada seekor babi kirain kita hanya dijalur Pemancar saja yang ada Babi Hutannya. Oiya kita di Puncak sampai Jam 04.45 Sore, lumayan juga jalur Carik ini apalagi saat hujan begini.



    Pendakian Gunung Cikuray
    Sampai di Puncak Gunung Cikuray



    Pendakian Gunung Cikuray via carik
    Pasang Tenda, bersama Tenda si “Marsha”


    Dimalam harinya kita membersihkan alat makan kita dan menyimpannya dengan baik di gantung di Pohon untuk menghindari serangan si Babi hutan. Pagi sudah tiba dan kita cek makanan kita yang di Gantung tersebut alhamdulillah masih aman, cuma ada bahan yang sudah diaduk buat dijadika Gorengan itu sudah ludes dimakan sama si Babi hutan, nisting yang dipakainya pun jatuh ke dalam rumput setelah kami cari. 
    Ps : Artikel ini berdasarkan pengalaman saya dan teman – teman saya. 
    Terima kasih yang telah membaca artikel ini
    see you next post 🙂










  • Gunung Semeru | Cerita Gagal Muncak Mahameru

    Gunung Semeru | Cerita Gagal Muncak Mahameru

     

    Rombongan kita waktu di Ranu Kumbolo

    Gunung Semeru atau kita biasa kenal Mahameru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa, dengan ketinggian 3.676 Meter dari permukaan Laut (MDPL). Mahameru adalah gunung idaman para pendaki, dikarenakan gunung tertinggi dan pemandangannya sangat indah apalagi danau ranu kombolo. setelah Film 5 cm Rilis tahun 2012 Mahameru semakin dikenal oleh para pendaki. Saya juga merasa terinspirasi dari Film 5cm dan postingan para pendaki keindahan Mahameru.

    Saya bersama 4 teman mempunyai hobi yang sama yaitu mendaki gunung, kita mendaki ketika hanya liburan semester kuliah, maklum mahasiswa dan kita juga bisa menabung terlebih dahulu sebelum liburan. Nah kali ini kita merencanakan pendakian ke Gunung Semeru untuk liburan semester Ganjil. Setelah diskusi awalnya akan berangkat 5 orang dari kota kami, dan salah satu teman saya mendapatkan informasi bahwa  ada Open trip Pendakian Ke gunung semeru dari kota kami, kebetulan kita ingin berangkat akhirnya kami sepakat untuk mengikuti open trip tersebut, lumayan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan ketika diperjalanan dan pendakian, kami juga belum pernah ada yang melakukan pendakian di Mahameru. 


    Akhirnya kami melunasi pendaftaran H-7 sebelum pemberangkatan. Hari Kamis 27 Desember 2018 tepatnya jam 00.30 kami kumpul ditempat yang telah di beritahu oleh panitia, rencana kita semua berangkat jam 01.30 namanya juga rencana yah bisa tepat waktu atau ngaret dikarenakan supir Bus ketiduran hmmm, setelah menunggu sampai jam 02.45 akhirnya kami berangkat dari kota kami Cianjur Jawa Barat. Awalnya kita di Mobil bernyanyi dan ada yang mengobrol, kurang lebih 1 jam kondisi didalam bus sudah mulai sepi ternyata pada tertidur, mungkin karena belum tidur dan lelah setelah mempersiapka barang yang akan dibawa. Kami istirahat di Rest area Tol Cipali pada jam 05.30 perjalanannya sangat cepat mungkin karena jalanan lenggang masih belum padat kendaraan.

    Pendakian Gunung Semeru


    Kami semua Tiba di Tumpang Malang pada Jam 02.14 Jumat dini hari, disana kita beristirahat di rumah warga yang telah disewa oleh panitia sekaligus mobil Jeep untuk kendaran ke Pos Ranu Pani. Jam 12.00 kita berangkat menuju Pos Ranu Pani untuk melakukan pendaftaran ulang dan Briefing aturan ketika kita melakukan pendakian. Kurang lebih kita sampai di Pos Ranu pani 13.20, oiya btw kita diperjalanan berhenti dulu di Puskesmas untuk melakukan tes kesehatan, Alhamdulillah kita semua sehat dan siap untuk melakukan pendakian. Setelah Briefing oleh pengelola Gunung Semeru kita melakukan pendakian pada jam 03.12, kita semua berencana mendirikan tenda di Ranu Kombolo. Ketika melewati jalan setapak kita mulai berada di jalur pendakian, baru saja berjalan kita sudah bisa melihat Puncak Mahameru dari kejauhan huuu sungguh indah dan Gagahnya puncak Mahameru. Diperjalanan kita banyak bertemu para pendaki dari yang mau naik dan turun saling bertegur sapa dan memberikan semangat, waktu diperjalanan kita melwati beberapa warung pedagang, saya coba buah semangkanya yang kata para pendaki membuat kita kangen akan semeru selain pemandangannya, semangkanya memang segar dan dingin mungkin karena didataran tinggi ya, jadi semangkanya menjadi dingin jangan lupa Gorengan yang dicampur saus sambal yang pedas. Biasanya kita istirahat 15 menitan di beberapa warung pedagang, sekedar istirahat dan menikmati buah dan gorengannya. Oiya total jumlah kelompok kita 55 orang beserta 7 orang panitia, cukup banyak yaa. Cuaca mulai gerimis ketika kita masih diperjalanan, salah satu wanita dari kelompok kita mengalami sakit karena mungkin cuaca dingin dan gerimis, kita istirahat di pos sebelum danau ranu kumbolo, di Pos ini kita bisa melihat danau ranu kumbolo dari atas dan tenda para pendaki yang sedang istirahat. Kurang lebih kita beristirahat di Pos 2 jam karena kita berkomitmen jika ada yang sakit kita harus menunggu jangan ada yang mendahului. Kelompok kita sampai di Pos Ranu Kumbolo pada jam 08.30, prepare untuk mendirikan tenda dan sebagian memasak untuk makan malam sebelum tidur. Di Pos Ranu Kumbolo ternyata sudah banyak pendaki yang mendirikan tenda, dan ada juga toilet untuk keperluan buang air.

    Gagal Menikmati Sunrise Ranu Kumbolo

    Danau Ranu Kumbolo


    Jam Menunjukan Pukul 08.00, saya sendiri kesiangan untuk menikmati keindahan Danau Ranu Kumbolo di Pagi hari, setelah melihat sekeliling tenda saya melihat beberapa dari kelompok kita sedang menikmati kopi, berfoto ria dan yang makanan ringan. Lalu saya pergi ke pinggiran danau menuju batu disebelah kanan dari tenda kami, setelah menaiki pinggiran batu saya mencuci tangan dan mencuci muka mungkin karena bangun tidur masih belum sadar kalau para pendaki tidak boleh langsung ngambil air dari danau tanpa alat bantuan, dari kejauhan ada yang berteriak keras sekali lalu ada 2 orang bapak-bapak menghampiri saya dan memarahi saya, dia bilang “kau ikut briefing tidak!”, lalu saya baru sadar bahwa tidak boleh mengambil air langsung dari danau. Saya dipanggil ke ruangan para penjaga dan dimintai KTP sebagai hukumannya, saya disuruh membawa sampah 1 karung nanti ditukar KTP dengan sampah di Pos Ranu Pani haduhh apes padahal kata temen saya dari tadi ada beberapa orang yang mengambil air langsung ke danau tidak ada yang menegur, lumayan lah untuk pengalaman hehehe. Kita berangkat dari Ranu kumbolo menuju Pos Kalimati Jam 12.00 setelah habis melaksanakan sholat Dzuhur, melewati tanjakan cinta lumayan berat juga ternyata, apalagi pengorbanan mendapatkan cinta si dia hehehehe, setelah melewati tanjakan cinta lalu kami memasuki kawasan oro-oro Ombo hamparan yang luas, cuma sayangnya ilalangnya lagi pada kering dan tidak ada bunganya padahal saya searching gambar di google tempat oro-oro Ombo itu dipenuhi bunga lavender dan terlihat indah. 


                                                                                Oro-oro Ombo

    Diujung Oro-oro Ombo kita bertemu warung pedagang kembali, sembari menunggu kelompok yang ada dibelakan kita menikmati semangka dan gorengannya tidak lupa berfoto ria karena pemandangannya indah dan diselimuti kabut tipis. Untuk mempercepat waktu kami disini istirahat hanya sebentar lalu berangkat kembali menembus rimbunnya pohon dan dinginya cuaca. kurang lebih 2 jam kami tiba di Pos Jambangan disini cuacanya sangat dingin, saya yang semula memakai celana pendek dan kaos akhirnya menambah celana panjang dan jaket karena cuacanya dingin dan anginnya sangat kencang, pedagang di jambangan juga untuk menghangatkan badannya menyalakan api unggun kecil kami yang kedinginan ikut menghangatkan badan di depan api unggun, karena cuacanya sangat dingin kami melanjutkan perjalanan untuk ke Pos Kalimati sekalian membuka tenda untuk menginap dan nanti tengah malam berangkat menuju puncak Mahameru. Ternyata Pos Kalimati ketinggiannya 2.700 MDPL dan puncak Mahameru 3.676 MDPL  hmmm selisih yang cukup jauh, memang terlihat dari Pos Kalimati Puncak Mahameru sangat tinggi dan dipenuhi pasir. Semua kelompok diharuskan istirahat pada Jam 20.00 karena nanti malam tepatnya Pukul 00.00 prepare untuk memulai pendakian.

    Pendakian Menuju Puncak Mahameru

    Jam 00.00 kami semua dibangunkan oleh panitia, dan disuruh cepat masak untuk makan sebelum pendakian menuju puncak. Jam 01.00 kami semua briefing dan berdoa sebelum melakukan perjalanan dan berjanji jika ada yang sakit kita semua harus turun, kami semua setuju dan mulai berangkat awal perjalanan tidak terlalu berat karena masih dipenuhi tanah yang padat, setelah melewati arcopodo kami mulai menaiki jalan yang dipenuhi pasir, disini kita harus pintar mencari jalan dan melangkah sebabnya kita bisa saja mundur lagi karena kita menginjak tekstur pasir, malah bikin kita capek maju satu langkah ehh mundur 3 langkah. Sangat banyak sinar senter dari bawah hingga atas semua pendaki memulai perjalanan dari tengah malam, ditakutkan jika kita terlalu pagi tidak bisa menggapai puncak karena terlalu bahaya jika diatas puncak sudah siang adanya gas beracun yang berasal dari kawah gunung. 

    Pertengahan perjalanan menuju Puncak Mahameru
    Ditengah perjalanan kita Istirahat sejenak dan berhitung untuk menghindari anggota kelompok yang tertinggal, ternyata memang benar ada 1 anggota kelompok kita yang tertinggal dan menunggu hampir 1 jam lebih belum juga bertemu, ada beberapa anggota yang memberitahu bahwa anggota yang tertinggal masih dibawah belum mendahului anggota yang pertama, panitia mencoba cek kebawah kita menunggu hampir 3 jam ditempat istirahat yang sama. Setelah menunggu lama panitia dan anggota yang tertinggal sudah ada dan ternyata dia mengalami sakit pusing dan kaki, disini kita memberikan dia minuman hangat dan obat untuk sekedar meringankan sakitnya, namun ternyata panasnya masih belum juga turun setelah istirahat beberapa menit, kita semua kebingunan karena puncak masih lumayan jauh dan waktu sudah hampir pagi, disini panitia memutuskan untuk kembali ke tenda dan beberapa anggota sudah berdiskusi dengan panitia untuk memberikan ijin bahwa sebagian anggota menuju puncak, karena sudah sepakat waktu briefing sebelum berangkat jika ada yang sakit kita kembali ke tenda semua. Akhirnya kita semua sepakat untuk turun kembali menuju tenda sebelum itu kita berfoto ria terlebih dahulu di Jalan menuju puncak Mahameru. Tidak apalah lebih penting nyawa dari pada menggapai puncak yang kita bisa kunjungi lain waktu, di Kalimati kita menikmati suasana lumayan lebih lama karena kita tiba di kalimati jam 06.40 pagi, sebelum bergegas pulang kita habiskan dulu waktu dikalimati dari mulai berfoto ria, melihat pemandangan Puncak Mahameru, oiya jika kalian dikalimati coba kunjungi toilet yang ada ujung dekat Pos Kalimati, disana baunya sangat Khas perpaduan antara kotoran orang lain menjadi satu hehehehehe. Mungkin lain kali saya bisa menggapai Puncak Mahameru yang para pendaki idamkan.

    Terima Kasih telah membaca, ditunggu di Post selanjutnya.